Klasifikasi Diabetes Melitus
Diabetes mellitus menurut WHO dikalisifikasikan berdasarkan perawatan dan simtoma
- Diabetes tipe 1, adalah diabetes yang meliputi simtoma ketoasidosis dimana membuata rusaknya sel beta di dalam pankreas menyebabkan autoimunitas, yang sifatnya idiopatik. Diabetes mellitus dengan patogenesis jelas, seperti fibrosis sistik atau defisiensi mitokondria, tidak masuk di golongan ini.
- Diabetes tipe 2, diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin, juga sering disertai sindrom resistansi insulin
- Diabetes gestasional, meliputi gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM.
sedangkan menurut tahapan pada klinis tanpa pertimbangan patogenesis, menjadi:
- Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.
- Insulin requiring for control diabetes. di tahap yang ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup mencapai gejala normoglicemia, jika tak disertai tambahan hormon di luar tubuh.
- Not insulin requiring diabetes.
Malnutrion-related diabetes mellitus, MRDM, tidak lagi digunakan walaupun malnutrisi bisa memengaruhi ekspresi dari beberapa tipe diabetes, sampai saat ini belum ada ditemukan bukti bahwasannya malnutrisi atau defisiensi protein bisa menyebabkan diabetes. Subtipe MRDM; Protein-deficient pancreatic diabetes mellitus, PDPDM, PDPD, PDDM, masih dianggap bentuk malnutrisi yang diinduksi diabetes mellitus dan membutuhkan penelitian yang lebih lanjut lagi. Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic diabetes, FCPD, diklasifikasikan menjadi penyakit pankreas eksokrin di lintasan fibrocalculous pancreatopathy yang menginduksi diabetes mellitus.
Impaired Glucose Tolerance, IGT, didefinisikan menjadi tahap dari cacat regulasi glukosa, sebagaimana bisa diamati di seluruh tipe kelainan hiperglisemis. Tetapi tidak dianggap sebagai diabetes.
Impaired Fasting Glycaemia, IFG, diperkenalkan menjadi simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari pada batas atas rentang normalnya, akan tetapi masih di bawah rasio yang telah ditetapkan sebagai dasar diagnosa diabetes.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar