Faktor resiko terjadinya Ulkus Diabetikum pada penderita Diabetes Mellitus
1. Faktor resiko yang tidak dapat diubah umur
> 60 tahun, lama menderita Diabetes Melitus> 10 tahun.
2.
Faktor
resiko yang dapat diubah :
Neuropati
(Sensorik, motorik, perifer), hipertensi, glikolisis hemoglobin (HBA1C)
tidak terkontrol, kolesterol total, hdl dan trigliserida tidak terkontrol,
kurangnya aktifitas fisik, pengobatan tidak teratur, perawatan kaki pada penderita diabetes melitus tidak
teratur, penggunaan alas kaki tidak tepat, obesitas, Ketidakteraturan kontrol
gula darah, kebiasaan merokok, ketidakpatuhan diet Diabete Mellitus (Riyanto B,
2007).
Faktor-faktor
resiko terjadinya ulkus diabetikum lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut :
A. Obesitas
Salah satu permasalahan
global dalam dunia kesehatan saat ini terutama pada diabetes melitus adalah permasalahan kelebihan berat badan
dan kegemukan. Kelebihan berat badan (overweight) merupakan suatu keadaan
terjadinya penimbunan lemak secara berlebihan, yang menyebabkan kenaikan berat
badan (Sudarmoko, A, 2010 : 17).
Lantas cara untuk
mengidentifikasi kegemukan pada seseorang dengan menggunakan IMT (Indeks Masa Tubuh), yaitu dengan
kategori : Sangat kurus : < 17, Kurus sedang : 17-18, Normal : 18-25, Gemuk : 26-30, Sangat gemuk :
> 30. Kelebihan berat badan hingga kegemukan jelas sangat beresiko bagi
kesehatan dan memperbesar timbulnya penyakit, terutama sekali pada penderita diabetes melitus kelebihan berat badan membuat
tubuh rentan penyakit karena lemak yang mengumpul telah menghambat peredarah
darah dan asupan gizi yang diperlukan tubuh. Fakta menunjukkan bahwa orang yang
gemuk lebih mudah terserang penyakit ( terutama diabetes melitus )dan angka kematian yang tinggi
dibandingkan dengan orang yang tidak gemuk
(Arief. S, 2010 : 18).
Menurut
penelitian yang dilakukan oleh
Wirakusumah yang dikutip oleh Arief Sudarmoko, dimana hasil penelitiannya pada penyakit diabetes melitus menunjukkan bahwa dari 500 penderita obesitas, sekitar 88 % mendapat resiko
penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, bahkan terjadinya komplikasi
diabetes seperti Ulkus diabetikum (Sudarmoko, A, 2010 : 19).
B. Ketidakteraturan
kontrol gula darah
Kontrol/check-up kadar gula darah merupakan suatu cara untuk mencegah
terjadinya penyakit Diabetes mellitus yang makin bertambah parah, terutama
untuk umur > 40 tahun, dan untuk penderita Diabetes Mellitus yang mengidap
penyakit kardiovaskuler, lakukan check-up setiap 1, 2, 3 bulan (Misnadiarly,
2006 : 34).
Cek gula darah perlu dilakukan oleh mereka
yang memiliki faktor resiko diabetes, pemeriksaan harus rutin 1 kali
seminggu/bulan. Peningkatan kadar gula darah bisa juga terjadi karena mereka
yang menjalankan gaya
hidup yang kurang baik dan pola makan buruk sehingga kadar gula darah mereka
tidak terkontrol (Budi T, 2011:8). Penelitian yang dilakukan oleh Naimatus
sya’diyah. Yang dilakukan di Wilayah Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta,
dimana sebagian pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang bertempat tinggal di Wilayah sorosutan Umbulharjo Yogyakarta tidak
patuh dalam upaya pengendalian kadar gula darah dan memiliki kadar gula darah yang tidak
terkendali dan memiliki resiko terjadinya ulkus
diabetikum / penyakit diabetes melitus (Naimatus, 2009).
C. Kebiasaan
Merokok
Kebiasaan
merokok akibat dari nikotin yang terkandung di dalam rokok akan dapat
menyebabkan kerusakan endotel kemudian terjadi penempelan dan agregasi
trombosit yang selanjutnya terjadi kebocoran sehingga lipoprotein lipase akan
memperlambat clearance lemak
darah dan mempermudah timbulnya aterosklerosis. Aterosklerosis berakibat
insufisiensi vaskuler sehingga aliran darah ke arteri dorsalis pedis, poplitea,
dan tibialis juga akan menurun sehingga bias menyebabkan resiko terjadinya
ulkus diabetikum / penyakit diabetes melitus (WHO, 2001)
D. Ketidakpatuhan
diet DM ( Diabetes Melitus )
Kepatuhan Diet
Diabetes Melitus merupakan upaya yang sangat penting dalam pengendalian kadar glukosa darah,
kolesterol, dan trigliserida mendekati normal sehingga dapat mencegah
komplikasi kronik, seperti ulkus diabetika (Perkeni, 2006).
Kepatuhan Diet
DM ( Diabetes Melitus ) mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu mempertahankan berat badan
normal, menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, menurunkan kadar
glukosa darah, memperbaiki profil lipid, meningkatkan sensitivitas reseptor
insulin dan memperbaiki system koagulasi darah.
Sebuah studi
baru yang dilakukan para periset Harvard yang dikutip oleh budi triyanto,
menunjukkan bahwa orang yang makan satu saji (3,5 ons) daging olahan, sama
dengan 2 iris bacon atau sebuah hot dog setiap hari, mengalami peningkatan
resiko diabetes melitus tipe 2 sebanyak 51 persen dan bisa menyebabkan terjadinya ulkus
diabetikum / penyakit diabetes melitus.
Faktor resiko yang menyebabkan Ulkus pada kaki
penderita DM ( Diabetes Melitus )
(menurut A.Y. Sutedjo)
(menurut A.Y. Sutedjo)
Kegemukan dan usia lanjut, gangguan penglihatan yang beresiko untuk
cidera, kurang pengendalian kadar gula darah, penggunaan sepatu dan kaos yang
tidak tepat, kurangnya perawatan kaki dan kuku yang baik, sudah ada riwayat
ulkus pada kaki sebelumnya, tingkat pengetahuan DM ( Diabetes Melitus ) kurang sehingga kepatuhan
kurang (A.Y.Sutedjo, 2010 : 85).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar